Resume Materi LKMM-PraTD 2016 | Hari Kedua

 Materi hari kedua (Sabtu,10 Desember 2016)


Materi ke I: Mendengar aktif 
Oleh          : Jontarian Zainuri

Apa itu mendengar aktif ?

~Mendengar aktif adalah usaha untuk memperoleh pengertian dengan menggunakan indra pendengaran dan kemampuan berpikir untuk menginterpretasikan informasi.
~ketika seseorang berbicara maka perhatikan topik dan maknanya ,dan pengaruh bagi kita dan pembicara.

Tahap-Tahap mendengar:

1). Hearning (mendengar)
2). Attention (perhatikan pembicara
3). Understanding (pahami)
4). Remembering (ingat)

Aktivitas mendengar

1). Memperhatikan
2). Menafsirkan
3). Mengingat
4). Memberi respon
5). Menilai

Macam-macam mendengar


1). Mendengar isi : Maksud dari mendengar isi adalah mendengar dari awal sampai akhir.
2). Mendengar kritis: mengkritisi apa yang di dengar
3). Mendengar empati :Maksud dari mendengar empati yaitu yang berhubungan dengan perasaan   (masuk ke jiwa pembicara)

Teknik mendengar yang aktif


1). Tidak boleh mendengarkan dan berbicara secara bersamaan
2). Mencoba memahami pokok-pokok pikiran atau ide utama pembicara
3). Hindari gangguan dari lingkungan sekitar
4). Mencoba untuk mengendalikan emosi
5). Membuat catatan jelas dan singkat
6). Mencoba untuk bersikap empati
7). Mencoba untuk memahami prinsip-prinsip
8). Mendengarkan yang selektif
9). Berbicara pada tempatnya
10). Pahami pembicara

Cara untuk dapat mendengarkan secara aktif

-          -Memiliki minat pada pembicara untuk di dengar
-          -Mempunyai durasi waktu
-          -Dengarkan secara utuh
-          -Refleksikan dengan kata-kata sendiri

Manfaat mendengar aktif

-        -  Saling menghargai ketika ada orang yang berbicara
-         - Memperbaiki hubungan
-         -Dapat meningkatkan pengetahuan

Tujuan mendengar aktif

Mendengar aktif memiliki tujuan yaitu memberikan kehidupan menjadi lebih aktif.

 Materi ke II : BERBICARA EFEKTIF 
  Oleh : Jontario Zainudin 

Apa itu berbicara efektif? 

Menurut KBBI :

-berbicara = adalah berkata, bercakap berbahasa atau melahirkan pendapat (dengan perkataan, tulisan, dan sebagainya)

-efektif = harus memperhatikan efeknya (ada efeknya), akibatnya, pengaruh dan kesannya.

Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa berbicara efektif adalah kemampuan seseorang dalam berbicara dengan mengungkapkan secara lugas dan sistematis sesuai ilmu pengetahuan yang di miliki sehingga mudah di pahami. 

Cara berbicara efektif :

1.      Matering the communication
-sesuaikan dengan lawan bicara
-pahami materi
-fokus pada ide utama dan sampaikan pesan singkat dan padat
-hindari bahasa yang menghambat
-pahami latar belakang pembicara                                                                                         

 2. Body language
                   - perhatikan mata
                  - bahasa tubuh
                  - suara 

Klasifikasi pesan dalam komunikasi non verbal

-          -Bahasa tubuh
-         - Pribahasa
-          -Penampilan fisik
-          -Orientasi ruangan dan jarak pribadi 
     
        Tahap-tahap ketika mau berbicara efektif
     
        Persiapan (prepare)
-          -Latihan (practice)
-          -Aksi (action)

Hambatan dalam berbicara

-        -  Hambatan fisik = Tuna rungu
-        - Hambatan psikologis : malu, grogi
-        -Marah : ketika emosional maka bicara kita tidak akan terkontrol
-        -Hambatan simpatik

Cara untuk menumbuhkan berbicara efektif

-          Tumbuhkan minat pada pendengar.

Syarat berbicara di depan umum

-        -  Pokok pikiran jelas
-        -  Menyampaikan gagasan

Kiat berbicara efektif
-          Mudah di pahami
-          Dapat di percaya
-          Bahasa non verbal
-          Menyebutkan perasaan

 Materi ke III : A.K.U (Ambisi , Kenyataan, dan Usaha)
Oleh             : Nanda Iswanto

Apa itu AKU ?
Aku merupakan singkatan dari Ambisi, Kenyataan, Usaha.

·       -  Ambisi adalah keinginan besar yang memiliki tujuan yang ingin di capai.
·        - Kenyataan adalah Keadaan atau fakata yang di rasakan saat ini.
·         -Usaha adalah tindakan nyata untuk mewujudkan sesuatu atau mencapai ambisi tersebut.

Lalu apa hubungannya?

Seseorang pada umumnya memiliki beberapa ambisi atau keinginan yang besar, Dari sebuah ambisi itu, kita bisa memproses lebih lanjut saat mengetahui kenyataan yang ada. Jenis kenyataan ada dua, yaitu internal yang meliputi Sistem Nilai dan Asumsi, kesanggupan, dan kecenderungan pribadi. Sementara faktor eksternal meliputi keadaan alam dan kesadaran sosial politik.

Ketika kita sudah memahami kenyataan yang ada, kita bisa menentukan usaha atau langkah-langkah apa saja yang akan kita ambil selanjutnya. Usaha sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu usaha proaktif dan usaha reaktif. Usaha proaktif adalah usaha yang menghampiri sebuah ambisi, atau upaya-uapay yang dilakukan demi kesuksesan suatu ambisi. Sedangkan usaha reaktif adalah usaha yang dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau hal-hal yang bisa menghalangi suatu ambisi dapat tercapai. Selain itu, kita harus mempunyai alternatif usaha untuk mengantisipasi jika nantinya terjadi kegagalan dalam meraih suatu ambisi. Tidak ada salahnya kan, sedia payung sebelum hujan?
Setelah memahami apa itu ambisi, kenyataan, dan usaha, imbangi itu semua dengan doa dan tawakal pada Tuhan Yang Maha Esa. Karena setinggi apapun ambisi kita, bagaimanapun kenyataan yang ada, dan sekeras apapun usaha kita, tetap Allah lah yang menentukan semuanya.


 Materi ke IV : PENGEMBANGAN DIRI (Motivasi, Pribadi dan Organisasi)
      Oleh               : Firman Giri Febrianto            

Definisi Motivasi

    motivasi dapat dipandang sebagai fungsi, berarti motivasi berfungsi sebagai daya penggerak dari dalam individu untuk melakukan aktivitas tertentu dalam mencapai tujuan. Motivasi dipandang dari segi proses, berarti motivasi dapat dirangsang oleh faktor luar, untuk menimbulkan motivasi dalam diri siswa yang melalui proses rangsangan belajar sehingga dapat mencapai tujuan yang di kehendaki. Motivasi di pandang dari segi tujuan, berarti motivasi merupakan sasaran stimulus yang akan dicapai. Jika seorang mempunyai keinginan untuk belajar suatu hal, maka dia akan termotivasi untuk mencapainya. 

          Hal-hal yang menimbulkan motivasi

Adanya Kebutuhan.:

Dengan adanya kebutuhan maka hal ini menjadi motivasi bagi anak didik untuk berbuat dan berusaha, misalnya: anak ingin mengetahui isi cerita dari buku sejarah, keinginan untuk mengetahui isi tersebut menjadi pendorong yang kuat bagi anak untuk belajarmembaca.

a.Adanya Pengetahuan tentang Kemajuan Sendiri

Dengan mengetahui hasil dan presentasi diri, seperti apakah ia mendapat kemajuan atau tidak, hal ini menjadi pendorong bagi anak untuk belajar lebih giat lagi. Jadi dengan adanya pengetahuan sendiri tentang kemajuannya, maka motivasi tersebut akantimbul.

b. Adanya Aspirasi atau Cita-cita:

Bahwa manusia itu tidak akan terlepas dari cita-cita, hal ini tergantung dari tingkat umur manusia itu sendiri. Mungkin anak kecil belum mempunyai cita-cita, akan tetapi semakin besar usia seseorang semakin jelas dan juga tegas dan semakin mengetahui jati dirinyadanjugacita-citanyayanginginiacapainya.

c. Adapun hal-hal yang adapat menimbulkan motivasi ekstrinsik adalah:
Ganjaran 
Menurut Amir Dien Indra Kusuma, ganjaran adalah merupakan alat pendidikan represif dan positif. Ganjaran adalah juga merupakan alat motivasi, yaitu alat yang bisa menimbulkan motivasi Ekstrinsik

Hukuman 
Menurut Amir Dien Indra Kusuma, satu-satunya hukuman yang dapat diterima dalam dunia pendidikan adalah hukuman yang bersifat memperbaiki hukuman yang bisa menyadarkan anak kepada keinsyafan atas kesalahan yang telah diperbuatnya.

Persaingan
Sudah jelas bahwa persaingan ini mempunyai insentif yang penting dalam pengajaran. Apabila persaingan diadakan dalam suasana yang fair, maka hal ini akan merupakan motivasi dalam “Academic Achievement” akan tetapi persaingan akan mempunyai efek yang lainnya. Disamping itu “Academic Achievement” itu sendiri dan jika persaingan itu dijalankan dengan intensif, maka:

Murid yang terbelakang akan mengundurkan diri dan juga putus asa.
Murid yang tergolong sedang maka hal ini akn menimbulkan ketegangan emosional, kekhawatiran, ataupun sikap acuh. Untuk murid yang termasuk pandai maka persaingan yang insentif akan menimbulkan optimis terhadap kemampuan mereka, yang seringkali menimbulkan keseimbangan

Organisasi
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
          
           Komponen dan fungsi organisasi
1)      Visi dan misi
2)      Leader dan follower
3)      Struktur dan arahan kerja
4)      Pedoman, metode dan regulasi
Fungsi organisasi ialah sebagai suatu sistem pengembangan bakat, minat dan potensi yang dimiliki.
           
         Peran pemimpin dan anggota
1)      Pemimpin: - pendorong
 - penengah
 - pengamat
 - pengawas
 - penggerak dan motivator
            2)  anggota: melakukan sinergisitas dalam berorganisasi dan melakuakan tugas. 

                       

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Blogger templates

Pages

Blogroll